duri yang kau tancapkan dalam
kini tercabut perlahan
perlahan kuangkat akar tak berbekas
oelhku darimu
teruntukku bersalmu
terlupa kebiasaan indah itu
kubuang, melepas batu
terlempar terhantam aku
kembali kejiwa yang kaku
terbuang olehmu
meski dapat kuduga dulu
hanya kau manfaatkanku
akan mebuangku
namun aku hanya tersipu
terdiam dan terpaku
menatapmu tanpa rasa pilu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar