Coretan-Sampah
Saat kubuat ribuan bait cinta, Kuharap kau sempatkan sedikit waktu tuk membacanya
Minggu, 16 Oktober 2011
Bukanlah aku yang selalu kau sebut dalam setiap doamu, Bukanlah aku yang selalu kau harap temani langkahmu, Bukanlah aku yang kau ingini. Namun kau tau, Bahwa kaulah alasanku mengapa aku disini, Namamu satu yg terucap di stiap doaku, Hatimu yang slalu kucoba getarkan dengan pilu ini, Meski tlah kutahui bahwa itu hanya berkahir sia, Karna kau tak pernah membalas rasa, Tak pernah memahami hati, Tak pernah menganggap dan mendekap. Tak peduli siapa aku bagimu, Bahwa yang kutau, kaulah inginku Namun, Ke-fana-an itu terus membimbingku, Menuju temaram kehancuran akan diriku, Memang tiada arti lagi aku, Kuhabiskan kepingan2 hati ini padamu. Tuhan kuharap Kau beri dia, Kebahagiaan akan hidupnya, Jangan lihat aku, Aku tidaklah lagi berasa, Sudah terbiasa dengan siksa, Jaga dan Lindungi dia agar senantiasa dijalanMu, Berilah selalu ia Keindahan dunia ini, Tak perlu kubanyak meminta, Karna kutau,Kau-lah Satu JalanMu HidayahMu RidhoMu Segalanya berilah Ia Aku sayang Dia Tuhan SenyumNya indahkan hariku Tangisnya akhiri hariku Jaga dia Tuhan. Happy BirthDay To U Sayang "19" Oktavina Eka Rahayu O_vi7@yahoo.com
Rabu, 05 Oktober 2011
mungkin Allah membuat orang orang berpaling darimu
sebab Ia rindu engkau berpaling darinya
Mungkin Allah membuat orang orang tak mau mendengarmu
sebab ia rindu kau berkomunikasi padaNya
mungkin Allah membuatmu merasa tak di butuhkan
agar engkau kembali merasa sendiri
agar kau ingat bahwasanya Ia selalu ada di dekatmu
Percayalah, semua pasti ada Hikmahnya
By : Eni Susanti
sebab Ia rindu engkau berpaling darinya
Mungkin Allah membuat orang orang tak mau mendengarmu
sebab ia rindu kau berkomunikasi padaNya
mungkin Allah membuatmu merasa tak di butuhkan
agar engkau kembali merasa sendiri
agar kau ingat bahwasanya Ia selalu ada di dekatmu
Percayalah, semua pasti ada Hikmahnya
By : Eni Susanti
tak pernah kuberpaling dari sujudku
kujalani takdir yang Kau tuliskan
berjalan diatas keikhlasan yang panjang
menahan sesak
Ikhlas bukanlah hal yang mudah
Nyeri mengakar dalam ke tubuhku
kutau, sudah Kau siapkan yang terbaik disitu
rusuk pelengkap yang pergi
KaruniaMu, bahagiaku meski tak pernah kutau
kujalani takdir yang Kau tuliskan
berjalan diatas keikhlasan yang panjang
menahan sesak
Ikhlas bukanlah hal yang mudah
Nyeri mengakar dalam ke tubuhku
kutau, sudah Kau siapkan yang terbaik disitu
rusuk pelengkap yang pergi
KaruniaMu, bahagiaku meski tak pernah kutau
siapa aku, kamu bahkan kita...
tak ada sebaitpun yang terucap
menjawab dengan genap
tersampaikan namun menguap
melebur bersamanya, Pengap
sebuah tulang rusuk yang ingin kupakai
melengkapi keganjilan ini
namun takdir-Nya lah yang kuhadapi
tak pantas kubuang air mata disini
biarlah ku terlarut dalam ceritanya
sampai akhir dari hidup dan
Mati...
tak ada sebaitpun yang terucap
menjawab dengan genap
tersampaikan namun menguap
melebur bersamanya, Pengap
sebuah tulang rusuk yang ingin kupakai
melengkapi keganjilan ini
namun takdir-Nya lah yang kuhadapi
tak pantas kubuang air mata disini
biarlah ku terlarut dalam ceritanya
sampai akhir dari hidup dan
Mati...
Jumat, 30 September 2011
Terbayang indah raut wajahmu
elok paras yang kau pncarkan
suatu pancaran bagai Dia yang dari Surga
datang memancarkan terang diantara gulita
terbuai lemah diriku memandangimu
gerak manja dari elok tubuhmu
membunuh setiap rasa asa dan lelah
memangunkan semangat jua
kaulah yang di nanti
kaulah yang diharapkan
dan kaulah...
Bidadari...
elok paras yang kau pncarkan
suatu pancaran bagai Dia yang dari Surga
datang memancarkan terang diantara gulita
terbuai lemah diriku memandangimu
gerak manja dari elok tubuhmu
membunuh setiap rasa asa dan lelah
memangunkan semangat jua
kaulah yang di nanti
kaulah yang diharapkan
dan kaulah...
Bidadari...
Langganan:
Postingan (Atom)